Qspinach's Blog- Informasi Untuk Perubahan Yang Lebih Baik

Makanan Berpurin Penyebab Asam Urat

Posted in Asam urat by qspinach on March 3, 2010

PENYAKIT asam urat yang dalam bahasa medisnya disebut gout sejenis rematik. Rematik, menurut ahli penyakit dalam/rematitologi RSCM/Fakultas Kedokteran UI Dr Harry Isbagio adalah penyakit yang menyerang sendi (pertemuan tulang) dan jaringan disekitarnya.

Pada diskusi di Kampus UI Depok, baru baru ini Isbagio mengatakan ada sekitar 100 jenis penyakit rematik, tetapi pada garis besarnya cukup dibagi menjadi tujuh kelompok saja. Yaitu rematik luar sendi atau rematik jaringan lunak, osteoarthritis (rematik karena pengapuran), arthritis ( rematik karena peradangan), rematik karena infeksi, rematik yang menyerang jaringan ikat, osteoporosis (penyakit pada tulang), dan gout (asam urat).

Gout terjadi karena penumpukan kristal asam urat (monosodium urat) yang masuk ke dalam rongga sendi. Padahal seharusnyaa asam urat yang ikut dalam peredaran darah itu oleh ginjal dapat dikeluarkan dari tubuh melalui air seni. Tetapi karena kondisi metabolisme tubuh yang kurang normal dan ginjal yang kurang berfungsi, kadar asam urat semakin meningkat.

Asam urat yang beredar dalam darah semakin menumpuk menjadi sampah (lemak jenuh), ada yang nyangkut dan masuk ke dalam rongga sendi. Apa lagi kalau orang yang bersangkutan menyantap banyak makanan yang mengandung purin. Seperti jerohan, ikan cumi, kepiting, udang, beberapa jenis ikan termasuk ikan asin (gereh), daging (berlemak), beberapa jenis sayur seperti bayam, kangkung, asparagus, daun singkong, daun pepaya (tapi buah pepaya boleh), kacang-kacangan, emping dan semuanya yang berasal dari belinjo, minum alkohol, merokok dan pikiran berat.

Kalau seorang penderita asam urat mengonsumsi makanan tersebut, kadar asam urat dalam darahnya naik dan penyakit goutnya kumat. Rasanya ngilu-ngilu pada semua sendi. Bukan hanya sendi pada lutut dan pergelangan kaki, tetapi juga bisa pada tumit, jari-jari kaki, jari-jari tangan dan siku serta ada benjolan pada ibu jari kaki. Sendi-sendi yang jarang digerakkan menjadi sarang yang nyaman bagi asam urat, ibarat engsel pintu yang tidak pernah dimainkan akan karatan dan karat itu semakin penuh bila engselnya tak pernah digerak-gerakkan.

Rasa Nyeri

Asam urat menyerang laki-laki maupun wanita berusia menjelang senja, tetapi ada pula ketika berusia produktif (30 tahun) sudah mulai terkena. Orang yang belum tahu apakah dirinya terkena asam urat atau tidak, dapat mengetahui melalui tanda-tandanya. Mula-mula pembuangan kotoran sering tidak lancar. Lalu ada rasa nyeri sendi secara mendadak, biasanya mulai di malam hari, nyeri seperti berdenyut (nyut-nyut) atau sangat sakit bahkan bertambah nyeri kalau dipakai bergerak, bengkak dan kemerah-merahan pada bagian yang terkena asam urat, kadang-kadang demam, kedinginan dan lemah.

Bagi yang sudah terkena asam urat, cegahlah makanan dan minuman tersebut dan minumlah banyak air putih atau cairan guna mengeluarkan asam urat dari tubuh. Selain itu berolahragalah. Olahraga ringan seperti senam yang rutin agar sendi-sendi bergerak dan asam urat yang berada didalam bisa bergeser keluar (melalui keringat).

Gagal Ginjal

Asam urat jangan dibiarkan terlambat, sebab kalau terlambat akan menjadi gagal ginjal. Kalau sudah mengalami gagal ginjal menjadi sangat repot karena harus mencuci darah paling tidak dua kali seminggu. Selain biaya tinggi, hidup atau mati penderita gagal ginjal tergantung cuci darah. Sekali absen bukannya tidak mungkin hidupnya berakhir. Selain gagal ginjal, asam urat juga sangat memungkinkan penderita terserang jantung koroner.

Penderita asam urat memang harus berobat. Dicek asam uratnya. Asam urat yang normal pada laki-laki sekitar 7 mg persen, pada perempuan 5,5 mg persen. Bila kadar asam urat naik walaupun sedikit misalnya 7,75 mg persen, belum perlu pengobatan tetapi harus mulai waspada. Harus mengurangi makanan yang mengandung purin.

Apabila kadar asam urat sudah 8 mg persen atau lebih, apalagi kalau sudah 9 keatas, harus segera diobati. Semakin tua usia semakin parah karena sampah yang ada dalam tubuh semakin terus bertambah.

Pengobatan

Banyak obat modern dan banyak pula obat tradisional. Menurut pakar obat tradisional Prof Hembing Widjayakusuma kolak ubi merah bisa menjadi obat asam urat. Caranya ubi merah ditambah jahe merah, daun seledri, daun salam (10 lembar), akar alang-alang, kayu manis seibujari, dan gula merah direbus dengan air 5 gelas menjadi kolak. Setelah itu disaring, airnya diminum dan ubi rambat/ubi merahnya dimakan. Lalu diet dan tidak boleh sembrono makan makanan penyebab asam urat.

Sementara itu, Ibu Anies alias Ny Udin (52 tahun) yang tinggal di Pasar Minggu Jakarta menuturkan pengalamannya mengatasi asam urat yang dideritanya sejak bertahun tahun.

”Asal kumat saya parut satu buah labu siyem (jipang). Diperes, airnya diminum, satu kali satu hari sebuah labu siyem,” katanya. Itu harus dilakukan rutin tidak putus-putus selama tujuh hari. Kalau lupa satu hari saja, harus dimulai dari permulaan. Setelah itu baik. ”Tetapi kalau kumat minum air peresan labu siyem lagi,” tegasnya.

Penderita asam urat tidak perlu merasa tersiksa dengan berbagai larangan terhadap jenis makanan dan sayuran. Tetapi sebaiknya dicari makanan pengganti, misalnya nasi diganti dengan bubur, nasi tim, nasi jagung, kentang, ubi, talas, uwi, roti tawar, dan lain-lain. Tempe, diganti dengan oncom, tempe gembus, kacang ijo, kacang tolo. Daun mlinjo, daun pepaya diganti jagung muda, jantung pisang (ontong), wortel. Daun koro diganti selada, toge atau tokolan diganti ceme, timun diganti lobak, jamur segar diganti cipir, kangkung diganti terong.

Konsumsi buah pun dibatasi. Mangga, nangka, rambutan, sawo, sirsak, nanas, anggur, duku, durian, jeruk manis, tidak dianjurkan. Kalau pun kepingin sedikit saja. Tetapi jambu air, pepaya, kedondong, bengkuang, belimbing, alpukat, apel, pisang diperbolehkan. Susu tidak dilarang tetapi harus dibatasi dan gulanya sebaiknya berkadar gula rendah kalori. Sedang minyak tidak boleh banyak banyak, cukup menggunakan margarina atau mentega.(HA Manan-35)

Suara Merdeka – Senin, 4 November 2002

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: