Qspinach's Blog- Informasi Untuk Perubahan Yang Lebih Baik

Berpuasa bagi Penderita Diabetes

Posted in Kencing Manis by qspinach on March 3, 2010

PENDERITA diabetes mellitus atau kencing manis disarankan tetap menjalankan ibadah puasa, asalkan memenuhi pola makan yang tepat. Seperti mengontrol asupan makanan dan menghidari makanan yang dilarang.

Menurut dokter Witjitra Darmana Samsuria SpPD, menderita penyakit diabetes bukanlah penghalang untuk menjalankan ibadah puasa, tentu dengan cara terkontrol. Dikatakannya, puasa justru sangat bermanfaat bagi kesehatan. Sebab puasa berfungsi membersihkan racun-racun dari dalam tubuh, meremajakan tubuh, menurunkan berat badan, memurnikan pikiran, mencegah penuaan, dan membuat hidup lebih gembira.

Hal tersebut diuangkapkan saat penyuluhan kesehatan di RS Telogorejo, dengan tema “Pola Makan Sehat Bagi Penderita Diabetes Selama Bulan Puasa”, Sabtu (29/8). Dengan berpuasa, kata Witjitra, pola makan akan menjadi lebih teratur, kebiasaan merokok terkurangi, pikiran menjadi lebih tenang serta jauh dari stres.

Dia menjelaskan, penderita diabetes harus memperhatikan jumlah asupan dan sumber kalori. Sumber kalori sebaiknya dipilih lebih banyak dari makanan yang mudah dicerna, seperti sayur dan buah.

“Semua buah-buahan boleh diasup, kecuali empat buah yang sangat diharamkan bagi penderita diabetes, yakni durian, nangka masak, klengkeng, dan sawo. Keempat buah-buahan tersebut tidak boleh dikonsumsi bagi mereka yang terserang diabetes. Pada saat yang sama, hampir semua jenis sayuran diperbolehkan, kecuali penderita mempunyai komplikasi penyakit lain, seperti asam urat,” tuturnya.
Tetap Olahraga Witjitra juga menganjurkan pengidap diabetes tetap berolahraga. Olahraga ini, menurut dia, ada baiknya dilakukan sebelum berbuka puasa agar badan lebih bugar. Namun jika pasien harus segera berbuka apabila mengalami hipoglisemia, hiperglisemia atau dehidrasi.

Tanda-tanda jika pasien mengalami gejala-gejala tersebut adalah gelisah dan berkeringat, gemetar, berdebar-debar, rasa kesemutan pada lidah dan bibir, penglihatan ganda, bingung, dan bila dibiarkan dapat berlanjut pada keadaan kesadaran menurun dan kejang-kejang.

“Bila tanda-tanda tersebut sudah terlihat, maka pasien dianjurkan untuk segera membatalkan puasa dengan minum air gula ataupun kurma dan dilanjutkan makan,” pungkasnya. (Diantika Permatasari-18)

Suara Merdeka – 26 November 2009

%d bloggers like this: