Qspinach's Blog- Informasi Untuk Perubahan Yang Lebih Baik

Diet Pada Penderita Asam Urat

Posted in Asam urat by qspinach on March 3, 2010

BEBERAPA tahun terakhir ini semakin banyak orang yang didiagnosa dokter menderita asam urat. Penyakit ini disebabkan oleh tingginya kadar asam urat di dalam darah. Pada awalnya ditandai dengan gangguan linu-linu di daerah sendi tulang, bahkan kadang-kadang terasa amat nyeri. Nyeri tersebut diakibatkan oleh menumpuknya kristal di daerah persendian tulang karena tingginya kadar asam urat dalam darah. Penyakit tersebut di dalam dunia kedokteran disebut Gout/Pirai.

Selain pada persendian tulang, penumpukkan kristal dapat pula ditemukan pada ibu jari kaki. Terdapat pula istilah Tofi yang berarti endapan natrium urat dalam jaringan di bawah kulit. Penyakit ini juga dikenal sebagai penyakit Arthritis Gout yang merupakan salah satu jenis rematik.

Sebenarnya asam urat merupakan bagian normal dari darah dan urin. Dihasilkan dari pemecahan dan pembuangan dari bahan makanan tertentu yang mengandung nukleotida purin atau berasal dari nukleotida purin yang diproduksi oleh tubuh. Tingginya hasil metabolisme asam urat di dalam darah juga disebabkan oleh banyaknya sisa pembuangan hasil metabolisme purin, sedangkan ekskresi asam urat melalui urin (air kencing) terlalu sedikit.

Banyak yang rancu tentang perbedaan gout dengan rematik, mengingat gejalanya hampir sama. Gout (arthritis gout) sebenarnya berbeda dengan rematik. Rematik disebabkan oleh adanya peradangan pada sendi tulang sehingga disebut arthritis, sedangkan gout disebabkan oleh adanya kelainan metabolisme yang pada akhirnya akan meningkatkan konsentrasi asam urat dalam serum.

Bila kadar asam urat semakin tinggi, maka dapat terbentuk tofi disekitar persendian dan akan menyebabkan kelainan terutama dalam ginjal, pembuluh darah dan terbentuklah batu urat. Gejala-gejala tersebut dapat terjadi berulang-ulang, sehingga untuk mencegah terjadinya kembali gejala-gejala tersebut, selain dengan pengobatan dari dokter, dianjurkan pula untuk mulai mengubah pola makanan yang hendak dikonsumsi.

Pengaturan Makanan

Pada dasarnya, untuk mendapatkan kesembuhan dari suatu penyakit, tidak pernah lepas dari aspek dietetik. Dengan melakukan pengaturan pola makan (diet), maka diharapkan suatu penyakit dapat segera membaik atau bahkan sembuh. Bagi penderita gout, makanan dapat diberikan sesuai dengan kondisi penderita. Hal itu tergantung dari tingginya kadar asam urat dalam darah penderita (hiperurisemia) dan kemampuan penderita untuk mengeluarkan kelebihan asam urat melalui ginjal.

Jadi, bagaimana pengaturan makanan yang benar untuk penderita gout? Untuk setiap porsi makanannya harus mengandung :

– Tinggi karbohidrat. Karbohidrat harus disesuaikan dengan kebutuhan kalori. Jenis karbohidrat komplek, seperti nasi, roti, singkong, ubi sangat dianjurkan untuk dikonsumsi karena dapat meningkatkan pengeluaran asam urat darah melalui urin. Karbohidrat sederhana harus dikurangi. Hal itu terdapat pada gula, permen, sirup. Bila terus-menerus dikonsumsi, akan dapat meningkatkan kadar asam urat serum.

– Penyesuaian kalori dengan karbohidrat. Pemasukan kalori harus disesuaikan dengan tinggi badan dan berat badan. Bila penderita gemuk, harus segera diturunkan berat badannya dengan tetap disesuaikan kebutuhan kalorinya. Jika kalori dalam tubuh kurang, maka dapat meningkatkan asam urat dalam serum. Untuk penderita yang sedang menjalani puasa/diet ketat juga harus diperhatikan jumlah kalorinya. Dikhawatirkan bila diet terlalu ketat, mengakibatkan penderita kekurangan kalori dan pada akhirnya malah akan meningkatkan kadar asam urat dalam serum darah.

– Rendah protein. Protein diketahui dapat meningkatkan produksi asam urat, terutama protein hewani. Sumber makanan yang berprotein tinggi misalnya hati, otak, paru, limpa, ginjal dan jerohan lainnya. Sumber protein yang dianjurkan dikonsumsi adalah protein nabati, yaitu yang berasal dari tumbuhan.

– Rendah lemak. Lemak dapat menghambat pengeluaran asam urat melalui urin. Karena itu, penderita gout harus melakukan diet rendah lemak. Makanan yang digoreng, bersantan, jerohan, margarin, mentega sebaiknya dihindari.

– Banyak minum. Penderita gout dianjurkan banyak minum. Karena dengan banyaknya cairan dalam tubuh akan membantu pengeluaran asam urat melalui air kencing. Dianjurkan untuk minum air sebanyak kurang lebih 10 gelas perhari atau sekitar 2,5 liter. Air tersebut dapat berupa air teh, sirup, kopi, namun air putih lebih baik.

Selain itu, buah-buahan yang banyak mengandung air juga sangat baik untuk dimakan, diantaranya semangka, melon, blewah, nanas, jambu air, pepaya. Sebenarnya selain buah durian dan alpukat, semua jenis buah bebas untuk dikonsumsi, sebab alpukat dan durian banyak mengandung lemak, yang pada akhirnya nanti dapat meningkatkan kadar asam urat dalam darah.

– Tidak mengkonsumsi alkohol. Alkohol dapat menyebabkan kadar asam laktat meningkat sehingga akan menghambat pengeluaran asam urat dari darah. Jadi makanan/minuman yang mengadung alkohol sebaiknya dihindari.

Kalau semuanya harus dibatasi dan dilarang, bagaimana nanti jika perut terasa lapar ? Jangan khwatir! Penderita gout masih dapat mengisi perut lapar dengan mengkonsumsi banyak sayuran dan buah-buahan segar yang banyak mengandung air. Beberapa jenis sayuran tertentu tidak boleh dikonsumsi, atau setidaknya dihindari diantaranya kol, buncis, kacang-kacangan, bayam karena banyak mengadung purin.(dr.Etisa Adi Murbawani-35)

SUARA MERDEKA-Sabtu, 8 Februari 2003

Tagged with:
%d bloggers like this: